Kisah hari Nisfu Sya’ban

Malam Nisfu Sya’ban 1435 / 2014. Sebentar lagi Ramadhan akan segera tiba, Admin mengucapkan selamat menantikan dan semoga teman teman dapat menjalankan puasa selama bulan Ramadhan, dan bagi teman teman yang memiliki keyakinan lain dapat membantu untuk menghormati bulan Ramadhan yang akan datang. Meskipun Admin Kristiani namun tidak ada salahnya untuk mengupas apa itu Malam Nisfu Sya’ban. Informasi Admin sadur dari berbagai sumber website yang juga mengupas tentang Malam Nisfu Sya’ban. Sebelumnya Admin minta maaf jika sekiranya ada hal hal yang kurang atau tidak tepat dalam penyampaiannya, dan mohon koreksinya 🙂

Bulan Nisfu Sya’ban adalah bulan sebelum memasuki bulan Ramadhan (Penanggalan Hijriah). Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang dirahmati oleh Allah SWT, dimana pada bulan ini terdapat apa yang dinamakan malam nisfu Sya’ban. disadur dari http://www.pustakasekolah.com/malam-nisfu-saban.html

Tanggal 15 Sya’ban 1435 H jatuh pada tanggal 13 Juni 2014. Jadi pada tanggal 13 Juni kemarin umat muslim menjalankan Puasa Nisfu Sya’ban. Mengapa Malam Nisfu Sya’ban menjadi malam yang sangat bermakna? Malam Nisfu Sya’ban adalah malam dimana dibukakan 300 pintu rahmat. Berikut ini diceritakan seperti yang di alami Rasulullah Saw (HR. Abu Hurairah):

Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw.
” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit .”
Rasulullah saw bertanya,
” Malam apa ini Jibril ?”
Jibril menjawab.
” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”
Rasulullah pun keluar rumah, lentas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :
” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu Maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu Hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)
Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita.
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)